Para anggota senat FKM mengkritisi pelaksanaan acara wisuda yang diselenggarakan pada hari Senin, 25 Januari 2010 sebagai berikut :

1. Adanya beberapa wisudawan yang terlambat datang
2. Saran agar ada korden penutup ruang kaca yang menghadap dewan prosesi sehingga panitia atau anggota keluarga yang berlalulalang di belakang tidak terlihat oleh Dewan Prosesi
3. Petugas pembaca nama-nama wisudawan, agar daftar wisudawan didekatkan, jangan diletakkan di meja sehingga tidak salah sebut nama atau loncat nama (Redy)
4. Pada saat prosesi kendi dan tunas kelapa, hendaknya ada terjemahan dalam bahasa Indonesia yang ditayangkan dalam slide
(Mas Ketut)
5. Lagu-lagu yang dinyanyikan oleh mahasiswa/wakil wisudawan/ paduan suara untuk sesi hiburan, hendaknya lagu-lagu ceria yang up to date yang dimengerti audiens, jangan lagu-lagu sendu.
6.Dirigen paduan suara tidak boleh pakai baju lengan pendek, sebaiknya pakai jas.
7. Penampilan Paduan Suara kurang maksimal, lelet kurang greget.
8. Pada saat pembacaan janji alumni, hendaknya semua wisudawan/wati membawa map masing-masing yang berisi janji alumni. Map tersebut bisa diletakkan di kursi masing-masing wisudawan/wati.
9. Cover buku panduan harap diganti, itu foto tahun 2007 ?

Demikian rangkuman kritikan dari Senat FKM pada acara wisuda ke 74 yang lalu. Semoga bermanfaat untuk panitia wisuda FKM berikutnya.

Be Sociable, Share!