Saya mengenalnya kurang lebih sudah 4 tahun. Namanya Budi….Budi siapa lupa lagi….(Saya sekarang agak pelupa…padahal dulu urusan nama orang saya jarang lupa). Budi…Darun Najah. Darun Najah adalah nama salah satu Pondok Pesantren di wilayah kelurahan Mangunharjo, kecamatan Tembalang Semarang. Tempat penampungan anak-anak yang orang tuanya tidak mampu memberikan pendidikan yang cukup untuk buah hatinya. Ya..pendidikan formal…juga pendidikan hati, budi pekerti dan agama. Saya pernah mengunjunginya sekali, saat pertama kali memutuskan untuk ikut memberikan donasi secara reguler. Pernah juga kesana saat mahasiswa buat acara Ramadhan di PonPes…wah surprise karena yang dipilih PonPes Darun Najah yang sebagian saya sudah mengenal pengurusnya…Saat idul Fitri pun…sebagian zakat fitrah yang dipercayakan pada Takmir Masjid…salah satu sasaran adalah PonPes tersebut………Juga pada acara Idul Qurban…sebagian daging kurban juga di delivery ke sana….

Kembali ke Mas Budi…saya mengenalnya di rumah saya di Bukit Palem Hijau CJ-40 saat Pak Ngadiono – sekretaris PonPes- mengajak anak tersebut untuk bersilaturahmi dan memeberitahu kami bahwa anak inilah nanti yang akan menjemput donasi kami setiap bulannya….saya dan istri mengiyakan…dan sejak saat itu kegiatan silaturahmi kami selalu berlangsung di setiap bulannya. Dia cerita tentang ponpesnya…sekolahnya…para santri di ponpes….saya menanyakan kabar anak-anak santri para pengurus…apa ada anak yang sakit…dsb…sambil Mas Budi ini memberikan laporan donasi Yayasan setiap bulannya.

Istri saya dan anak kecil saya Fadhil juga sering menemani kami ngobrol…setiap saya bukakan pintu pagar atau pintu bagian dalam dia selalu menyambut tangan saya dan menciumnya…walau saya sebetulnya agak risi…tapi saya salut anak-anak samntri begitu sopan dan menghargai tuan rumah….Fadhil juga ikut menyalami dan cium tangan…kalau ada sekedar teh atau pelepas dahaga dan ‘temannya’ istri saya selalu menghidangkannya….

Di akhir pertemuan bulanan kami di rumah….Mas Budi ini selalu mendo’akan kami agar selalu diberi kesehatan, kebahagiaan dalam keluarga, anak 2 agar menjadi anak yang sholeh dan diberi kemudahan rejeki….istri saya biasanya yang mengamininya agak kencang….malah saya yg matanya berkaca-kaca…walau saya berupaya menyembunyikannya……Kemudian saya mengucapkan terima kasih dan minta disampaikan salam kami kepada semua pengurus dan para santri…..

Hanya minggu lalu Mas Budi setengahnya pamitan…bahwa setelah lulus SMU nanti mungkin tidak akan bisa serutin dulu lagi dalam menjalin silaturahmi….karena setelah tamat para santri lulusan sma diharapkan mandiri…..paling lama setelah lebaran nanti …mas Budi akan diganti oleh yang lainnya….walaupun menurut Mas Budi…belum ada penggantinya….(Adiknya juga di PonPes ini sekarang kelas 6 SD)

Kemudian beliau cerita tentang masa kecilnya dulu tatkala menjalani sekolah dasar ….menurut penuturan nya dia sudah mandiri…sudah terbiasa bekerja menjadi penyemir sepatu…alhamdulillah bisa menyisihkan uang dan ditabung setelah buat bayar sekolah….sekarang saya juga punya ketrampilan ‘bengkel’ pak sudah ada sertifikatnya…insyaallah kalau dibutuhkan juga bisa dimulai…

Mas Budi menepis cita-citanya yang dulu pernah pingin jadi dokter…wah kayaknya otak tak mampu plus biayanya….

…………………………………………………….

wah mungkin ceritanya masih panjang….hanya yang ingin disharing adalah bahwa Mas Budi ini selalu menyandarkan hatinya pada Allah….takdir yang menimpanya dari kecil hingga saat ini selalu diterimanya dengan sikap positif….sabar dan selalu ingat sama Allah saja……sambil berikhtiar memperbaiki diri menuju kehidupan yang lebih baik………….

Ada yang mau bantu Mas Budi…………………

Be Sociable, Share!