Pada hari Rabu, 5 mei 2010 saya mendatangi undangan dari Panitia Khusus (Pansus) IV tentang Rancangan Perda DBD dan Retribusi Pelayanan Kesehatan, di ruang Serbaguna DPRD Kota Semarang Jl. Pemuda No.146 Semarang.

Pada kesempatan itu saya hanya sharing bahwa di negara-negara berkembang lain, penyakit DBD menurun seiring dengan bertambah baiknya pengetahuan masyarakat, sikap positive dan perilaku nyata (action) di masyarakat. Artinya melalui perubahan perilaku yang internalisation (dengan kesadaran sendiri). Namun manakala dengan cara tersebut tidak mempan atau dengan kata lain public sudah tidak aware dengan kesehatan mereka, maka teori compliance dipakai perlu dengan memaksa dan perlulah perda.

Sedangkan pada Perda Retribusi, saya menyarankan agar kegiatan pemberdayaan masyarakat yang berkaitan dengan masalah kesehatan kelompok miskin tetap harus diberikan dengan cara-cara promosi yang baik, sehingga tidak membiarkan kelompok miskin tidak berpengetahuan kesehatan dan malah memberikan kesempatan kalau sakit bisa gratis karena ada Jamkesmas untruk mereka.

Semoga jaya rakyat indonesia, khususnya kota semarang……….

hidup sehat…………

Be Sociable, Share!