………………… 😀

Bu Tutik yang saya hormati,….

Tulisan ini adalah catatan kecil saya yang saya baca di Restoran Banyu Mili arah Godean di Yogyakarta pada tanggal 22 Juni 2010 sekitar pukul 17.20 WIB, didedikasikan untuk Bu Harbandinah alias Bu Tutik……mangayubagyo beliau memasuki masa pensiun ……….

Tulisan ini dibuat diatas kertas HVS folio yang dituangkan kembali di web blog agar bisa di sharing ke banyak pembaca dan sebagai kenangan yang tak terhapuskan………

A. Catatan pada Periode Tahun 1987 sd 1992

Saya masuk menjadi mahasiswa FKM …eh kala itu namanya masih PSKM-FK UNDIP…waktu itu sebagai Ka Prodi dr.Budioro Brotosaputro,MPH. Pembantu Dekan 1 (almh) bu Istiana…dan PD III saat itu bu Tutik ….yang sebetulnya nama lengkapnya bu…..Harbandinah Sri Mardikani

* nama sri mardikani, saya tahu saat mengenalkan ibu pada waktu mengisi training di hotel Dibya-Puri (Johar) …ketika itu saya menjadi moderator acara tersebut……(tahun berapa ya…..mungkin pak Bagoes atau pak Hartono Ingat………..)

** Semasa mahasiswa, saya sempat menjabat Ketua Senat Mahasiswa selama dua periode. Periode I tahun 1988 sd 1989 (Ka dari LJ : Mr. Gandung Supriyono) sedangkan pada periode tahun 1989 sd 1990 dari Lj di ketuai Mr.Toto Sudargo.

Selama menjabat …ya selalu berinteraksi dengan bu PD III alias…bu Tutik….

dimarahin…ya …sering…sampai sampai ibu Istiana mbelani saya waktu itu….

” …..Tut …mhs ojo diseneni wae…wong wis ngenalke PSKM kok….”

***hmmm…………hal lain yang saya ingat waktu saya dkk bikin acara Festival Band di Plaza Simpang Lima Lt.7…Waktu itu Rektor Prof.dr.Moeljono S.Trastotenojo….hadir….memberikan semangat, acara sukses….walau panitia agak tekor…..kala itu di masa persiapan bu Tutik sering marah-marah karena setiap hari saya selalu minta tanda tangan proposal untuk sponsor A, B,C …………dll

“…..pokok e….iki terakhir lho…Prik….” tapi saya bandel juga…..besoknya minta lagi…..minta lagi….dan di kasih sama beliau…….

……..emmmmmmmmm tapi percaya deh bu…saya nggak pernah marah…apalagi dendam….

(karena ternyata marahnya ibu ada persamaannya dengan ibu saya (almh)…Hermien (teman satu angkatan dengan saya juga bilang…waktu ke rumah saya berpuluh tahun yang lalu……” eh…..Pri kok ana bu Tutik nang kene……….maksudnya ibu saya ada kemiripan dengan bu Tutik)

**** Memori lain yang sempat saya ingat adalah tahun 1990, saat banjir bandang semarang, sempat berkeliling dengan dokter Eko (sekarang di Kutai,Kalimantan) dan mampir ke rumah beliau dan membawa buku-buku yang selamat dari banjir ke kampus dengan memakai mobil L 300 USA…mobilnya terkenal dengan mobil Salaman…………

***** Ada satu pengalaman yang tak terlupakan….adalah saat itu ibu menjabat Pembantu Dekan I (?), kala itu momen Yudisium kelulusan…..pengumuman kelulusan kala itu lebih menegangkan dibanding sekarang…karena saat itu kami dipanggil satu-satu masuk ke ruang dosen PSKM…………kala itu bulan November-Desember 1991……saya surprised..kala ibu menawari saya untuk jadi staf pengajar di FKM………and of course I say  …YES……..Alhamdulillah………

B. Catatan Pasca 1992

Memori yang saya pilih adalah yang betul betul menyentuh hati saya, misalnya pada ……….

Saat ibu saya tiada, pada tanggal 24 Desember 2000 ada kenangan saya dengan bu harbandinah…..

Dibawah ini ucapan Bu Tutik untuk saya, saat ibu saya berpulang ke Rahmatullah…
Tulisan ini diketik persis seperti yang ditulis tangan pada amplop kecil beralamatkan Jl. Amarta 10 Telp. (024) 601357 dengan title nama :

dr. Harbandinah Pitojo,SKM sbb. :

” YTC. NANDA PRIYADI,

IBU SEKELUARGA IKUT PRIHATIN ATAS WAFATNYA IBUNDA. TETAPI BERSYUKURLAH KARENA TUHAN TELAH MELEPASKAN PENDERITAAN IBU DAN MEMBERI TEMPAT YANG LEBIH INDAH.AMIEN. ”

(kertas yang bertuliskan seperti di atas masih saya simpan sampai sekarang)

keesokan harinya Bu Tutik dan rombongan menyambangi rumah orang tua saya di Yogyakarta untuk mengucapkan bela sungkawa……sekali lagi terima kasih ya Bu……………..

Pun ……Dua tahun kemudian, tepatnya 16 Agustus 2002. Ayah saya berpulang. Hari itu hari Jum’at. Saya dapat kabar tersebut setelah Jum’at an dan telah pulang ke rumah dari Ngantor. Mendengar kabar tersebut, saya telpon kantor mau pinjam mobil. Dibantu pak Syamsul juga saat itu. Namun keburu pegawai sudah nggak ada yang stand by. Namun entah dari mana saya lupa, Bu Tutik meminjami mobil beliau beserta sopirnya—Mas Yon—mengantar saya dan keluarga ke Yogyakarta.
Hmmmmmmmmm…….banyak terima kasih ya Bu………..

Mungkin catatan lain, yang pernah diceritakan bu Tutik kepada saya adalah saat ibu mendapat penghargaan 30 tahun pengabdian sebagai PNS di lingkungan UNDIP……….kemudian ibu juga menjadi satu-satunya dosen teladan dari FKM sampai sekarang …yang pernah mewakili UNDIP di tingkat nasional……dan penghargaan dari FKM di Dies Natalis ke 25th yang lalu menambah bukti bahwa ibu memang patut diteladani dan juga………….dicintai……….

mungkin sepenggal lagu Marcell yang judulnya ‘Tak Kan terganti” bisa menjadi salah satu ekspresi…..

***Meski waktu datang…dan berlalu sampai kau tiada bertahan,

Semua tak kan mampu mengubahku, hanyalah kau yang ada di relungku….

Hanyalah dirimu…mampu membuatku jatuh dan mencinta…kau bukan hanya sekedar indah…..kau tak akan terganti………

Be Sociable, Share!