Make A Resolution and Action

Priyadi Nugraha P

Semangat, harapan dan komitmen biasanya kita canangkan setiap memasuki tahun baru. Tahun baru menjadi momentum penting untuk membuat suatu perubahan. Sehingga insyaallah apa yang kita upayakan senantiasa bisa menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.
Kita harus memaknai pergantian tahun sebagai sebuah momentum untuk mengevaluasi diri. Apa yang kita temui sepanjang tahun lalu hendaknya selalu diambil titik pelajaran berharga. Segala yang bernilai positif harus dipertahankan dan ditingkatkan. Sedangkan sesuatu yang kurang memuaskan juga harus ditemukan sebab musababnya untuk diperbaiki di tahun mendatang. Yang jelas adalah walaupun banyak catatan keberhasilan yang patut kita syukuri, namun tetap ada kelemahan-kelemahan yang belum dapat teratasi.
Chesterton –novelis Inggris- mengatakan bahwa poin penting dari tahun baru bukanlah kita akan menghadapi tahun baru, tetapi kita menghadapi tahun baru dengan jiwa yang baru.

Keyakinan tinggi dan kerja keras

Motivator kondang Indonesia Mario Teguh mengatakan bahwa ” Kita menilai diri kita dari apa yang kita pikir kita bisa lakukan, padahal orang lain menilai kita dari apa yang sudah kita lakukan. Untuk itu apabila anda berpikir bisa, segeralah lakukan”.
Terkadang atau bahkan seringkali kita membuat penilaian-penilaian tentang diri sendiri yang berasal dari pikiran-pikiran tentang sesuatu yang bisa kita lakukan. Pikiran-pikiran itu pada kenyataannya seringkali jauh dari pembuktian. Artinya kita hanya bisa memperkirakan kita bisa berbuat apa. Padahal kata beliau kita dinilai oleh orang lain dari apa yang telah kita lakukan.
Tantangan untuk para mahasiswa adalah bukti karya nyata di lapangan. Sebagian masyarakat kita tahunya mahasiswa adalah anak sekolahan…anak pintar…anak sopan berharap bisa beri beberapa alternatif atau solusi dari beragam masalah yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Bukan malah pamer tawuran atau tindakan anarkis atas ketidaksetujuan mereka terhadap kebijakan pemerintah.

Keberhasilan, Kegagalan dan perubahan

Seberapa besar harapan maupun cita-cita kita di awal tahun lalu telah terpenuhi. Seberapa besar usaha kita, energi kita, keringat kita, lelah kita, telah kita curahkan hingga memperoleh ’sebesar’ itu dari yang kita harapkan dan cita-citakan. Maka wajar jika muncul pertanyaan di kepala, mengapa kita tidak berhasil memperoleh seluruh apa yang ditargetkan? Telah maksimalkah upaya kita?
Semua pertanyaan itu layak untuk kita tujukan pada diri sendiri. Pertanyaan-pertanyaan itu perlu dan berguna agar kita bisa mengenali setiap jengkal proses pembelajaran dalam detail fase kehidupan kita. Semua itu tidak lain adalah agar kita mengetahui sebab-sebab bagi keberhasilan maupun kegagalan yang kita temui.
” Siapa yang mampu menghimpun faktor-faktor keberhasilan atau kemenangan dalam dirinya maka dialah yang paling berhak untuk berhasil” itulah kuncinya.
Kata kunci yang lain adalah perubahan. Dalam filsafat, semua tidaklah abadi, kecuali perubahan itu sendiri. Subyek pelaku perubahan adalah kita sendiri, bukan orang lain. Perubahan adalah hal mutlak yang perlu kita antisipasi. Perubahan pula yang perlu kita rencanakan. Dan itu namanya komitmen. Tanpa komitmen kita hanya akan mengulang kesalahan masa lalu, sambil berharap keberuntungan yang sama akan berulang.
Dalam managemen sering kita gunakan rumus analisa SWOT, yang berbicara tentang kekuatan, kelemahan, kesempatan atau peluang serta ancaman. Dalam istilah asing disebut dengan Strenght, Weakness, Oportunity dan Threats)
Catatan penting untuk mahasiswa adalah apakah cita-cita, segala harapan yang digantungkan telah melalui evaluasi diri ataupun organisasi yang matang. Apakah diri menjadi salah satu variabel sukses atau variabel penyebab kegagalan dari segala apa yang telah kita canangkan. Kalau ternyata kita merupakan factor sukses, kita tidak perlu membusungkan dada, dan sebaliknya bila merupakan factor gagal kita tidak perlu terlalu terpuruk, just make an introspection.
Dalam berorganisasi kita bisa memakai salah satu teori analisis yang sederhana namun mendalam, yaitu teori SWOT. Mana kekuatan dan kelemahan organisasi, dimana letaknya peluang-peluang dan kesempatan serta ancaman-ancaman dari luar.
Poin pentingnya adalah mari kita temukan faktor-faktor positif penentu keberhasilan pada masa lalu, dengan tetap memperbaiki apa yang kurang untuk pijakan planning kita ke depan dengan komitmen tinggi.

Tiga kompetensi Mahasiswa

Mahasiswa pada umumnya dalam menempuh pendidikan tinggi, setidaknya memiliki tiga kompetensi yang harus dimiliki dengan mengupayakannya, baik secara formal terstruktur dalam perkuliahan, program given dari kampus maupun aktivitas minat bakat, dan organisasi mahasiswa yang ditekuninya
Tiga kompetensi tersebut adalah Knowledge Competence, Leadership Competence dan Personal Competence.
Knowledge Competence adalah kemampuan intelectual-academic yang akan diperolehnya selama menempuh pendidikan sesuai dengan bidang studi pilihannya. Mahasiswa akan menjadi expert di bidangnya masing-masing. They should mastery their knowledge. Bukti mahasiswa menguasai bidangnya adalah lulus tepat waktu dan cumlaude (minimal IP tinggi).
Leadership Competence adalah kemampuan sebagai pemimpin. Teori bisa diperoleh di kelas namun praktik nyata harus dilakukan.Artinya mahasiswa harus aktif berorganisasi. Pernah dipimpin dan memimpin. Diluar sana bursa kerja akan melihat kecakapan kita dalam memimpin, bukan hanya dilihat dari sisi IP yang tinggi. Tantangan bagi mahasiswa untuk memange waktu dengan baik antara aktivitas belajar dan ekstrakurikuler , ini juga merupakan pengalaman tersendiri.
Personal Competence adalah kemampuan yang seharusnya juga dimiliki oleh mahasiswa. Kemampuan berkomunikasi (berbicara,mendengar bahkan tersenyum), bersosialisasi, beradaptasi, memunculkan simpati, mengekpresikan perasaan senang, memuji bahkan mengkritik dengan baik. Kemampuan ini tidak bisa begitu saja dimiliki, namun harus diupayakan dan dilatihkan terus menerus all the times.

COMPLETE

Khusus untuk UNDIP, Universitas memiliki impian agar para alumni lulusan yang COMPLETE yang artinya alumni harus mampu menjadi seorang Communicator, Professional, Leader, Educator, Thinker dan sekaligus Entrepreneur.
Menjadi komunikator handal yang profesional di bidangnya, cakap memimpin, sekaligus seorang pendidik, pemikir dan wirausahawan. Wow …bukan main cita cita yang sungguh indah dan wajib untuk diwujudkan. Berani terima tantangan…..!

Aksi Nyata

Waktu berjalan terus. Kita sebaiknya tidak menunda-nunda apa yang telah kita rencanakan. Kita cek lagi langkah-langkah yang telah kita susun. Kita juga bisa melakukan ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) pada orang sukses/idola kita dan selalu mengikutsertakan Tuhan dalam segenap aktivitas di kehidupan kita.
Dalam mengeksekusi Planning, perlu pula diperhatikan 3 jangan (larangan). Jangan malas, jangan takut dan jangan malu. Serta kita perlu menanamkan dalam hati kita bahwa kita bisa, kita pasti sukses kita mampu melakukan.

Mari songsong masa depan, hidup adalah anugerah dan kita berikan yang terbaik.

Be Sociable, Share!