1. PUISI DARI M FAHRY NASRUDIN

Pada tugas membuat cerpen kesehatan di semester tiga lalu (angkatan 2008, Anggit T dkk), ada sebait puisi yang ditulis cukup menawan dari seorang mahasiswa, named M fahry Nasrudin sbb.

IBU

Aku lahir tanpa apa-apa
Engkaulah yang mengajariku segalanya
Membesarkanku dengan segala upaya
Berharap aku kan jadi orang yang berguna

ketika aku menangis dalam takut
Engkaulah yang menenangkanku
Dan ketika aku jatuh sakit
Engkaulah yang selalu berada di sampingku

Engkau menegurku ketika aku salah
Engkau mengingatkanku ketika aku lupa
Engkau menghiburku ketika aku sedih

Kini aku telah dewasa
Berusaha meraih cita-cita
Berharap jadi orang yang berguna
Demi mewujudkan impian ibu tercinta

Terima kasih ibu
Engkaulah segalanya bagiku
Nasehatmu di hatiku takkan lekang oleh waktu

2. PUISI UNTUK DEAREST FATHER

Kala kuciumi dirimu,
dengan antusias
di pipimu nan montok
di keningmu
di bibirmu

Kau meronta-ronta geli, lucu
minta dilepasin……………Ayah…udah

Aku melepasmu…
tetap dengan senyumku

Tiba-tiba kuingat,
sepertinya……..
akupun pernah…
merasakan..

berpuluh tahun lalu
saat diriku dalam asuhanmu Ayah ku

(For his Birthday, love u forever and ever)

3. PUISI ini dibaca oleh T. Prasidha Handayani

Pada acara AISEC LC UNDIP Semarang, Sabtu 27 Pebruari 2010 di Wisma Kemala Bhayangkari (sebagai salah satu selingan Ceramah Kesehatan bertajuk HIV/AIDS oleh Priyadi NUgraha P.,SKM,MKes)

Hebat

Bagaikan tetesan hujan dibatasnya kemarau
Berikan kesejukan yang lama tak kunjung datang
Menghapus dahaga jiwaku akan cinta sejati

Betapa sempurna dirimu dimata hatiku
Tak pernah kurasakan damai sedamai bersamamu

Tak ada
Yang bisa
Yang mungkin kan mengganti
Tempatmu

Kau membuatku mrasa hebat karna
Ketulusan cintamu
Kumerasa teristimewa hanya
hanya karna
karna cinta
Kau beri padaku
Sepenuhnya
Buatku slalu merasa berarti

Be Sociable, Share!