ABSTRAK

STRATEGI PROMOSI KESEHATAN UNTUK MENINGKATKAN PHBS SANTRI

Sebuah Bentuk Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Pondok Pesantren Uswatun Chasanah, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tembalang, Semarang

Priyadi Nugraha Prabamurti, Syamsulhuda Budi Musthofa, Bagoes Widjanarko,Besar Tirto Husodho, Tinuk Istiarti, Zahroh Saluhiyah *

Semua warga masyarakat harus meningkatkan PHBS termasuk para santri di Pondok Pesantren.Santri seharusnya tidak hanya kuat dalam pengetahuan agama, namun juga harus melek informasi kesehatan untuk penerapan dalam kehidupan kesehariannya. Berdasarkan riset di Pondok Pesantren Uswatun Chasanah, masih ditemukan PHBS santri yang belum sesuai dengan kaidah kaidah kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan kebiasaan merokok. Agar para santri dapat menjadi contoh di masyarakat dalam hal agama maupun perilaku, khususnya di  bidang kesehatan, maka perlu dilakukan intervensi berkenaan dengan masalah tersebut. Masalah PHBS santri diatasi dengan memberikan kegiatan empowering kesehatan melalui penyuluhan kesehatan, sedangkan pada para guru/pengurus melalui jalur advocacy. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan strengthen community action kepada para santri dan guru/pengurus pondok pesantren.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada 29 November 2010. Bertempat di Aula Masjid Ponpes, berlangsung dari pukul 09.00 sd 12.45 WIB. Diikuti oleh 177 santri (114 laki-laki,63 putri) dengan 3 guru/pengurus. Aktivitas kegiatan meliputi registrasi, pembukaan dan sambutan, serta acara inti penyuluhan kesehatan dengan tema “Saatnya Berubah” dengan materi Stop Smoking. Sebelum penyuluhan diawali dengan pre test. Setelah penyuluhan dilakukan Quiz secara lisan, untuk mengetes kemampuan audience menyerap materi. Quiz menjadi meriah karena ada iming-iming hadiah.Kepada para guru selama 30 menit dilakukan sharing, dengan materi stop smoking, KBM (Klinik Berhenti Merokok) dan rencana tindak lanjut kegiatan ini untuk periode mendatang.

Kegiatan penyuluhan dimulai dengan memutar lagu nasyid Raihan berjudul “Demi Masa”, dilanjutkan dengan memutar film-film pendek tentang bahaya merokok “Every Cigarette is damage your body” selama 15 menit, disusul materi Stop Smoking dalam slides power point presentation dalam waktu 60 menit.

Hasil Pre test menunjukkan bahwa para santri sudah meyakini rokok berbahaya bagi kesehatan (100%), karena dapat menyebabkan beberapa penyakit seperti jantung (78.6%), gangguan pernapasan/paru-paru (60.7%), kanker (88%),impoten (22%) dan gangguan kehamilan (42.7%). Santri juga mengidentifikasi bahwa banyak zat racun dalam rokok seperti nikotin dan tar (80.3%). Disimpulkan bahwa santri berkomitmen untuk tidak merokok. Berdasarkan sharing dengan para guru, mereka berminat pula untuk diadakan kegiatan serupa berupa pendidikan kesehatan dengan tema beragam.

Kata kunci : Strategi Promkes, PHBS Santri

  • Staf Pengajar Bagian Pendidikan Kesehatan dan Ilmu-Ilmu Perilaku FKM UNDIP

Catatan :

Makalah ini dipresentasikan di Ruang Alamanda, Hotel Plaza, Semarang Kamis, 9 Desember 2010

Be Sociable, Share!