Sukses People

By Priyadi Nugraha Prabamurti,SKM,MKes

Saya telah mengorbankan cukup banyak waktu selama beberapa tahun untuk mempelajari  rahasia orang-orang sukses. Saya mencoba mengidentifikasi beberapa karakteristik  yang membuat mereka sukses seperti sekarang. Ada minimal lima hal yang saya yakin dimiliki oleh ‘sukses people’ yaitu :

1.      Punya satu impian

2.      Memiliki sebuah Perencanaan yang matang

3.      Pengetahuan atau ketrampilan khusus

4.      Kemauan untuk bekerja keras

5.      Keengganan untuk berkata ‘tidak’ untuk sebuah tawaran

Saya juga yakin bahwa sukses adalah sebuah pernyataan yang ada di benak kita, dalam pikiran kita. Kita harus percaya bahwa kita bisa menjadi ’sukses people’ kalau kita berpikir dan bergerak menuju kesana. Simpan pikiran ini dalam  benak kita sebagaimana kita dengan jelas membacanya. Mari saya bantu menguraikan unsur- unsur ’sukses people” sebagai berikut :

  1. ’Sukses people’ have a dream.

Mereka adalah orang-orang yang memiliki impian dan tujuan yang telah didefinisikan secara jelas. Mereka adalah kelompok yang memiliki ‘definitive goal’, atau tujuan terukur dan ‘clearly stated’. Mereka tahu  apa yang mereka mau. Mereka yakin bahwa segala pertimbangan dan keputusan  yang mantap akan membawa hasil yang optimal. Mereka bekerja keras dan melakukan segala sesuatu yang pada kalangan orang biasa akan berkata ‘saya tidak mampu’ atau ‘saya menyerah’.

2.‘Sukses people’  ask the question : “What is possibly missing?”

Kelompok ini terdiri dari orang-orang yang selalu menanyakan setiap jam dalam keseharian mereka, dengan pertanyaan-pertanyaan sbb.:

“Aktivitas apa yang mungkin tertinggal atau terlupakan atau luput dari perhatian saya sehingga menjauhkan dari impian saya ?” atau

” Kegiatan apa yang seharusnya saya lakukan hari ini, sehingga semakin mendekatkanku pada impian ku? ”

Untuk selalu ingat dan terus memotivasi diri, mereka memasang tulisan tersebut di kaca kamar mandi, di monitor komputer dan di ’dashboar’ mereka.

Mereka juga kelompok yang  mencari hasil yang prima yang ’excellence’ yang mengijinkan mereka berbuat kesalahan dan justru belajar dari kesalahan tersebut. Kelompok mengedepankan ’progress’ dan bukan ’perfection’. Setiap hari menuntut kemajuan-kemajuan dari aktivitas-aktivitas yang dilakukan, tetapi tidak mencanangkan kesempurnaan hasil. Prinsip mereka ’perfection kills’

’Sukses People’ have ambition and enthusiastic’

Mereka adalah kelompok orang yang selalu ingin menyelesaikan semua pekerjaan yang telah direncanakan. Mereka bersemangat, memiliki komitmen dan kebanggaan. They have self-discipline. Mereka pekerja keras. Mereka punya semangat yang mampu membakar jiwa untuk menuju sukses. Mereka rela melakukan apapun yang semakin membawa ke penyelesaian pekerjaan. Mereka juga orang-orang yang antusias dalam bekerja, dan cara bekerja ini menular pada orang-orang yang bekerja dengan mereka, dengan orang yang berbisnis dengan mereka dan orang-orang yang hidup bersama-sama mereka.

‘Sukses People’ have a strong motivation’

Orang-orang yang termasuk kategori ini, adalah mereka yang sangat kuat motivasinya untuk mencapai tujuan. Mereka mengerjakan tugas-tugas dengan motivasi internal yang tinggi.

‘Sukses People’ have a focus’

Sukses people tidak mengenal lelah untuk selalu focus pada tujuan-tujuan utama. Mereka belajar untuk mengenali hal-hal yang akan mengacaukan atau membingungkan pelaksanaan tugas-tugas mereka. Sehingga mereka segera dapat menyingkirkan hal-hal tersebut begitu dikenali. Mereka tidak suka menunda-nunda atau memperlambat pekerjaan. Mereka tidak menyukai penyimpangan-penyimpangan, melainkan selalu fokus pada tugas-tugas penting dan membuat perbedaan-perbedaan penting, selalu produktif tidak hanya sekedar sibuk.

‘Sukses People’ always learn how  to get things done’

Kelompok ini mempelajari betul bagaimana menyelesaikan sebuah pekerjaan dengan tuntas. Mereka menggunakan segenap ketrampilan , bakat, energi dan pengetahuannya untuk menuntaskan pekejaan. Mereka juga menggabungkan diri dengan orang-orang terbaik yang mampu meyakinkan kelompok bahwa mereka akan membantu mencapai tujuan mereka. Kelompok juga tahu bagaimana memperoleh bakat, pengetahuan, pelatihan dan ketrampilan yang dibutuhkan. Kalau mereka tidak memiliki hal-hal yang seharusnya mereka miliki, mereka akan mencari seseorang yang memiliki kemampuan tersebut untuk ’transfer knowledge and technology’ atau meng’hire’ orang tersebut.

Mereka memperoleh nilai-nilai positif dan belajar ’personality’ dari orang-orang yang membantu, mendukung dan membakar semangat mereka.

Kelompok ini melakukan segala sesuatu yang memang perlu untuk dilakukan, tidak hanya sekedar melakukan pekerjaan yang disenangi, dan selalu berkemauan keras untuk mengerjakannya.

‘Sukses People’ always take a responsibility for their actions’

Mereka adalah kelompok yang tidak mengenal ‘execuses’. Mereka tidak suka menyalahkan orang lain atas kegagalan yang dialami. Mereka tidak mengeluh dan ’complain’ atas hal-hal buruk yang terjadi. Mereka adalah kelompok yang bertanggungjawab dan akuntabel. Semboyan mereka, ’kalau sesuatu yang baik atau buruk itu terjadi, maka itu adalah karena saya’

‘Sukses People’ always look for solutions’

Mereka adalah kelompok yang selalu mencari solusi untuk beragam permasalahan yang timbul. Mereka kelompok ‘opportunity-minded’ artinya selalu bisa memanfaatkan segala kemungkinan/kesempatan, sehingga bila hal itu tiba mereka akan segera mengambil kesempatan di situ

‘Sukses People’ make decisions’

Kelompok ini selalu memikirkan tentang isu-isu dan fakta-fakta yang relevan dan membuat keputusan berdasarkan hal tersebut. Mereka selalu membuat keputusan berdasarkan fakta yang lengkap. Bila informasi yang dibutuhkan tidak lengkap,mereka meluangkan waktu lebih banyak untuk berpikir dan merencanakan kembali sebelum ’make decision’, sehingga hasil akan lebih baik. Namun seandainya keputusan yang diambil ternyata belum memberikan hasil yang diharapkan, mereka mengubahnya lagi dengan alternatif lain. Hal tersebut terus dicoba sehingga mencapai hasil yang diharapkan. Kuncinya, beragam alternatif terus dicoba dan tidak ’carve them in stone’

‘Sukses People’ have the courage’

Apabila membuat suatu kesalahan, kelompok ini selalu berlapang dada untuk menerima, selalu memperbaiki dan maju terus. Mereka tidak membuang-buang waktu, energi , uang dan sumber-sumber lain untuk  mempertahankan kesalahan atau sebuah keputusan yang buruk.

Artikel ini dipublikasikan pertama kali di Majalah Publica Health Semarang, Vol.12,Th.IV,September 2007 ISSN 1907-2945

Be Sociable, Share!