Four main points to Catch the  dream

Oleh  :  Priyadi Nugraha Prabamurti

Staf Pengajar Bagian Promosi Kesehatan FKM UNDIP Semarang

Setiap orang, mahasiswa khususnya tentu memiliki cita-cita, visi, keinginan-keinginan juga harapan-harapan tinggi yang akan diwujudkannya. Termasuk juga saya pada waktu itu. Punya Index Prestasi  tinggi, banyak kegiatan kampus, ikut kursus-kursus computer, bahasa Inggris dan pengembangan kepribadian serta  meningkatkan pengetahuan keagamaan. Lulus tepat waktu dan dapat pekerjaan bergaji tinggi. Karenanya, bagaimana caranya jadi orang sukses kelak selalu diupayakan untuk dipelajari kiat-kiatnya.

Tulisan ini dirangkum dari beragam pengalaman yang dialami, diikuti dan coba dilaksanakan oleh penulis ditambah beberapa pelatihan yang diikuti sampai di penghujung  tahun ini. Inilah empat kiat utama untuk mewujudkan mimpi mimpi kita, mahasiswa semua.

Pertama : Business Competence

It means mastering your knowledge. Kiat yang pertama adalah bahwa mahasiswa harus menguasai ilmu yang sekarang sedang diminati dan ditempuh. Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat tentunya harus menguasai ilmu Public Health dengan seven basic-nya.  Statistik dan Kependudukan , Nutrisi dan Gizi Kesmas, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Epidemiologi dan Penyakit Tropik, Managemen Kesehatan dan Promosi Kesehatan. Menguasai secara holistic, artinya menguasai sepenuhnya tidak setengah-setengah. Karenanya, bukti anda menguasai ilmu Kesehatan Masyarakat adalah perolehan Indeks Prestasi yang tinggi (IP).

Kedua : Leadership Competence

Kiat yang kedua adalah mahasiswa harus memiliki mental, disiplin dan teori kepemimpinan sekaligus mengaplikasikannya. Mengikuti pelatihan LKMM misalnya atau mengikuti pelatihan Entrepreneurship (Kewirausahaan) dan Public Speaking. Untuk mengasahnya ya kita harus masuk ke dalam suatu organisasi yang ada,baik di dalam maupun diluar kampus . Karenanya mahasiswa wajib menjadi fungsionaris BEM, Senat Mahasiswa dan juga UKK (Unit Kegiatan Kemahasiswaan) lain seperti UKK Gamais, PRMK,PMK, Sportyca, Publica Health, Paduan Suara dan  UKK Bahasa Inggris. Itu yang di tingkat Fakultas, bisa juga anda mengembangkan di tingkat universitas dengan menjadi fungsionaris BEM dan Senat mahasiswa universitas dan UKM (Unit Kegiatan Kemahasiswaan ) lainnya. Dan kemampuan ini harus di asah terus menerus.

Behave all the time

Ketiga : Personal Competence

Kiat yang ketiga adalah mahasiswa harus memiliki kepribadian yang mempesona, yang bisa memberikan excellent service kepada orang lain. Di sini kita semua dituntut untuk mengembangkan kepribadian yang positif. Tersenyum bila bertemu orang, memperhatikan eye contact dan voice dynamic bila berbicara. Apakah kita termasuk pendengar yang baik atau bukan misalnya. Kita harus mengetahui Who we are exactly. Siapa diri kita yang sebenarnya. Mari kita perhatikan apa yang dikatakan oleh Lao Tse : He who knows others is learned dan he who knows himself is wise. Jadi kita harus belajar dari orang lain, untuk memperbaiki kekurangan diri dan mengembangkan lebih baik lagi, sehingga menjadi karakter, menjadi nilai (value) dan menjadi adaptive-behaviour  all the time. Untuk mengembangkan kepribadian seperti ini mahasiswa bisa mengikuti pelatihan, membaca buku atau search di internet tema pengembangan kepribadian.

Keempat : Religiosity competence

Kiat yang keempat adalah mahasiswa harus memiliki religiosity competence. Kiat ini merupakan kiat yang memberikan ruh kepada segenap usaha pencapaian kita. Tanpa dilandasi keyakinan religi, langkah-langkah kita percuma adanya. Religiosity competence menghendaki mahasiswa memahami keyakinannya serta mempraktekkan dalam kehidupan kesehariannya dengan sebaik-baiknya.  Kompetensi ini membuat mahasiswa di track yang lurus, yakin akan dirinya, yakin selalu akan pertolongan Tuhannya dan tidak mengenal kata putus asa. (Ingat Siti Hajar perlu bolak-balik sebanyak 7 kali antara showa dan marwa dalam keadaan dahaga dan sepi untuk mendapatkan air bagi anaknya, Ismail)

Empat kiat ini, insyaallah mencetak mahasiswa  yang berilmu kesehatan masyarakat tinggi, memiliki seni memimpin yang excellent dan agamis. Sesungguhnya honestly inilah mahasiswa idola. Mahasiswa yang kelak (setelah lulus) memiliki nilai tawar yang tinggi di bursa kerja.

Managing the dreams

To catch the dreams mahasiswa harus memanage dreams-nya dengan baik.

Peter Drucker menyarankan agar kita men set up our strategic plan. Mengelola perencanaan strategis yang telah kita susun.Mencermati kembali prioritas-prioritas aktivitas dan mencermati waktu yang tersedia. Membuat jaringan (making net work) yang berkaitan dengan minat-minat keilmuan, kepemimpinan, ketrampilan dan juga kelompok-kelompok atau kajian keagamaan.. Dan selalu put our dreams on our mind. Konsisten dengan cita-cita/impian yang telah diletakkan dan menjadi tujuan.

Ulama kondang  dari Pesantren Daarut Tauhid pun memberikan tipsnya. Kiat-kiat  dari A’a Gym adalah sebagai berikut. Menurut beliau orang yang sukses adalah orang yang pandai mengelola potensi dirinya dengan cakap bercita-cita (mempunyai visi),cakap melihat kelebihan dan kekurangan diri sendiri  (seperti ungkapan Lao Tse), cakap membuat strategic plan,cakap bersinergi ( seperti pendapat Peter Drucker) dan selalu berbuat baik setiap saat (all the time).

A’a juga membeberkan bahwa segala sesuatunya harus dimulai dari diri sendiri. Mari memiliki cita-cita, mari memiliki impian-impian dan konsisten dengan apa yang sudah menjadi komitmen. Kemudian lakukan dari apa yang sudah direncanakan satu per satu, mulai dari yang kecil-kecil yang tampaknya tidak berguna. Dan jangan menunggu waktu sampai segala fasilitas terpenuhi. Mulailah dari sekarang juga walaupun dalam kondisi yang serba terbatas, minim dari beraneka sumber daya. Work on your dream.

Setelah semuanya dilakukan bertawakallah kepada Tuhan seru sekalian alam.

Sekian semoga bermanfaat.

Catatan :

Four Main Points to Catch the Dream, Majalah Publica Health,
Semarang, vol.11 Th.IV Maret 2007, ISSN 1907-2945

Be Sociable, Share!