Pada hari Minggu, tanggal 21 Agustus 2011 bertempat di Gedung D Lt.2 diselenggarakan kegiatan Buka Puasa Bareng Civitas Akademika putaran ke 4. Sebagai shohibul bait, adalah Pembantu Dekan III. Nah…karena selalu ada kultum disetiap acara buber, maka pada kesempatan ini saya ketiban sampur untuk di dapuk menjadi Penceramah Kultum.

Pada kesempatan ini, saya mengambil tema “Meningkatkan Kualitas Keberagamaan”.

Saya memulai dengan mengatakan bahwa motivasi beribadah kita kepada Allah SWT, beraneka ragam.Bisa seperti pedagang, budak atau pun seperti ibadahnya orang arif-bijaksana. Ibadahnya pedagang, adalah selalu mencari keuntungan, mencari laba dalam konteks ini ingin mendapat pahala, ingin masuk surga. Sedangkan ibadah seorang budak laksana orang yang takut pada majikannya, takut pada tuannya dan dalam konteks ini takut masuk neraka.

Ibadahnya sang arif-bijaksana, berbeda dia tidak mikirkan lagi untung-rugi, surga neraka, yang penting beribadah kepada Allah SWT dengan sebaik-baiknya, karena Allah SWT tidak mungkin tidak berbuat adil, seandainya sampai masuk neraka punĀ  karena kehendaknya, ya sudah……

Kita termasuk kategori yang mana ? seperti pedagangkah, atau seperti budakkah atau bahkan sudah sampai tingkat sang arif….? kalau belum, atau tidak masuk kategori manapun….rasanya kita perlu masukkan lagi satu kategori…yaitu kita beribadah secara otomatis……seperti robot…mekanik…dan biasanya yang masuk kategori ini adalah manusia yang sudah mabuk surgawi, sehingga meskipun sholat…yang teringat adalah bisnisnya, mobil mewahnya,kredit card nya yang jatuh entah kemana……

Mungkin kisah Rabithah Al Adawiyah…bisa menjadi renungan….sufi wanita ini pernah membawa seember air dan obor yang menyala….Untuk Apa Hei Rabithah barang-barang Itu ? tanya fulan……

Ember isi air ini untuk menyiram neraka agar padam, sedangkan obor untuk membakar surga….sehingga tidak ada surga dan neraka lagi……….sehingga orang beribadah bukan ingin masuk surga namun bukan pula takut nyemplung neraka……….manusia beribadah seyogyanya hanya untuk Allah SWT….

oleh Al Gazhali dibukukan dalam kitabnya………yang sekarang dinyanyikan oleh banyak orang……..

” Wahai Tuhan Ku tak layak ke Surgamu, namun tak pula aku sanggup ke nerakamu…”……….dst

Saya pernah dinasehati dalam sebuah training keislaman kurang lebih pada tahun 1989/1990, sebetulnya agar kita beribadah hanya untuk Allah, kita bisa mengembangkan sikap IHSAN (artinya bila kita beribadah kita seolah-olah melihat Allah SWT,namun bila kita tidak sanggup/bisa melihatnya, percayalah Allah SWT pasti melihat kita).

Kaitannya dengan puasa, kita mampu untuk tidak hanya menjadi orang awam yang berpuasa (yang hanya menahan kebutuhan fisiologis saja) atau pun puasanya orang khusus ( mampu menahan urusan fisiologis dan panca indera) bahkan bisa tergolong puasanya orang sangat khusus yaitu orang yang mamupu menahan urusan fisiologis, urusan panca indera dan urusan hati dengan baik. Jadi hati selalu untuk Allah, mengingat Allah SWT di setiap detik hidup kita.

Inilah kurang lebih inti kultum pada saat itu.

Mr. Suyatno, my thank to you for the snack dan the meal for break fasting that day,and the opportunity to give tausiyah. May God Bless you.

Be Sociable, Share!