Ini Catatan yang tercecer di bulan Juni yang belum terdokumentasikan.

Pada Kamis, 20 Juni 2013,  saya menghadiri Festival Seni Anak berkebutuhan Khusus (ABK) di SLB wilayah Kelurahan Mangunharjo.

Saya datang in time dari undangan yang dijadwalkan dimulai pukul 09.00. Memasuki gedung baru milik SLB terpampang banyak tulisan motivasi yang diantaranya yang saya ingat adalah :

KAMI BUKAN PRODUK TUHAN YANG GAGAL

TUHAN TIDAK MEMBERIKAN SEMUA PERMINTAAN MANUSIA (?) DAN

KAMI ADA KARENA KAMI LUAR BIASA

dan masih banyak yang lainnya,

kata-kata tersebut adalah kata-kata motivasi untuk mereka, anak anak berkebutuhan khusus (ABK) dan orang orang yang care pada mereka, termasuk orang tua, guru dan masyarakat sekitar termasuk Ridwan Setyawan Habibie dkk mahasiswa FKM UNDIP, yan usulan PKM-M nya didanai oleh DIKTI untuk tahun 2013, dengan judul :

” Pengembangan Potensi ABK Melalui Festival Seni “Ability Beyond Disability” sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Saraf Sensorik dan Motorik di SLB Kelurahan Mangunharjo Semarang ”

Dipinggir pinggir ruangan kanan dan kiri di pajang hasil gambar karya anak anak SLB yang telah dilatih oleh mahasiswa sejak april sd Mei 2013. Pengunjung diminta untuk melihat dan menempelkan tanda bintang yang menurut pengunjung paling bagus. Nanti gambar dengan bintang terbanyak akan jadi pemenangnya.Namun info dari Ridwan sebagai ka panitia, semua adalah pemenang, jadi semua dapat hadiah.

Acara di mulai pukul 09.00 didahului dengan pembukaan oleh MC dan sambutan ketua Panitia yaitu Ridwan SH. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan pembimbing dengan pesan utama bahwa mudah-mudahan kegiatan ini ke depannya akan berkelanjutan. Demikian pula harapan Pak Cahyo yang mewakili Ka SLB bapak Ciptono (penulis buku : Indonesia Menginspirasi) agar kegiatan ini dapat berkelanjutan. Dari UNDIP biasanya persiapannya  bagus-bagus, kami puas. Kata beliau. Insyaallah berkelanjutan.

Acara kemudian diteruskan dengan pemberian motivasi oleh mahasiswa FKM kepada para pengunjung khususnya para orang tua mereka yang hari itu adalah hari pembagian rapor anak anak mereka.

Setelah pemberian motivasi dilanjutkan dengan gerak dan lagu yang ditampilkan oleh anak-anak SLB setempat hasil didikan mahasiswa. Cukup mengundang tawa, kelucuan namun juga keharuan.

Saat pulang kami sempat foto bersama.

Saya juga menyempatkan diri mampir ke sanggar batik SLB, yang terkenal dengan batik CIPRATAN karena memang cara membuatnya diciprat-cipratkan dengan kuas oleh para siswa-siswa tuna rungu. Bu Wagub, bu Rustriningsih beberapa waktu lalu sempat memborong batik batik ini, kata pak Cahyo.

Saya membeli satu yang berwarna dominan hijau. Bagus kok….bahannya juga pilihan menurut salah satu guru. Oh  ya harganya 120.000 rupiah….

Mungkin batik ciprat ini bisa menjadi salah satu ikon kota semarang, sebagai salah satu bentuk apresiasi kepada para ABK sekaligus sebagai motivasi bagi mereka bahwa mereka ada untuk berkarya, bukan untuk dikasihani atau bahkan disingkirkan.

AYO SEMARANG……AYO MAJUKAN WISATA SEMARANG DENGAN BATIK CIPRAT MEREKA

MERDEKA…….

I love you full students..

 

 IMG_5074

 IMG_5077

IMG_5076

IMG_5074

Be Sociable, Share!