Selasa, 27 Mei 2014 Gamais FKM UNDIP menyelenggarakan kegiatan PHBI Isra’ Miraj nabi Muhammad SAW di pelataran Parkir FKM UNDIP tercinta.
Acara dihadiri tidak saja oleh para mahasiswa FKM, namun juga oleh para mahasiswa dari fakultas lain dan UKM Insani UNDIP. Acara ini dimoderatori oelh Rizki Awan (personil grup nasyid Awan, yang merupakan alumni FKM UNDIP)
Pada kesempatan sambutan perwakilan dosen, saya mengingatkan agar kita semua bersyukur sebanyak banyaknya atas semua anugerah Allah SWT yang telah kita terima sampai dengan hari ini.
Dan kita juga harus menjadi pengikut Nabi Besar kita Muhammad SAW, sampai akhir hayat kita dan semoga beliau akan member syafaat di hari penghitungan kelak.
Terkait dengan Isra’ Mi’raj, melalui peristiwa ini risalah shalat sampai kepada umat islam dan mendapatkan keringanan yang banyak yaitu hanya perlu shalat 5 waktu tidak perlu sampai dengan 50 waktu. Oleh karena itu shalat kita jangan sampai bolong bolong, karena sudah di discount sedemikian rupa.
Saya juga mengapresiasi kepada para mahasiswa yang hadir yang dapat memanfaatkan waktunya dengan baik, dengan mengikuti kegiatan yang positif, Namun tidak berarti mereka yang tidak hadir kali ini tidaklah memanfaatkan waktu dengan baik, saya percaya mereka sedang bersilaturahmi dengan para orang tuanya dan juga memperingati isra mi’raj di tempat yang lain….semoga Amiiin.
Terkait dengan pemilu, saya mengingatkan kepada mahasiswa agar jangan menjadi golongan putih (GolPut), karena imam imam masjid di setiap khotbah jum’at sudah dan selalu mengingatkan agar umat islam jangan golput, sebaliknya haruslah umat yang turut menentukan nasib bangsa. Karena sesungguhnya memilih pemimpin itu bisa sangat sederhana, dengan melihat siapa yang paling sedikit kejelekannya.
Dua pembicara ini acara peringatan ini, Ustadz Muhammad Yuri dan Syamsulhuda BM, menyampaikan inti-inti tema Isra Mi’raj dalam karakter berbangsa sbb :
1. Menjaga dan menjalin silaturahmi yang terus menerus untuk peningkatan wawasan kehidupan dan pengetahuan keislaman
2. Menghindari cinta dunia dan takut mati dengan melakukan apapun yang dicintai sewajarnya saja, sedang sedang saja. Man proposes God disposes. Apa yang kita kira baik untuk kita belum tentu baik di mata Allah SWT, namun berlaku sebaliknya apa yang baik di mata Allah SWT pastilah baik untuk kita.
3. Kemudian kita harus hidup seimbang, karena nabi mengajarkan kita mencari penghasilan untuk menghidupi diri dan keluarga, kita bukan umat yang hanya berdo’a atau beribadah saja. Nabi sholat namun juga bekerja. Nabi menikah dan meninggalkan kehidupan seperti Rahib.
4. Isra Mi’raj merupakan ajang ujian keimanan seseorang saat itu, dengan fenomena perjalanan antar kota dankelangit ke tujuh hanya dalam satu malam…..Allahu akbar…
Semoga banyak manfaat yang dapat kita raih.

Be Sociable, Share!